<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pulau Madura &#187; Sejarah</title>
	<atom:link href="http://1001-madura.com/tag/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://1001-madura.com</link>
	<description>Keunikan, Keindahan dan Sumber Daya Alam yang Terpendam</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 14:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wisata Madura</title>
		<link>http://1001-madura.com/wisata-madura</link>
		<comments>http://1001-madura.com/wisata-madura#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 02:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Bersejarah di Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1001-madura.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[WISATA  MADURA &#8211; Sumber Alam yang Hilang
Oleh Junaidi
Berwisata adalah alternative jitu untuk menghilangkan penat dan jenuh setelah sekian lama sibuk dengan aktifitas-aktifitas. Dengan berwisata kita akan menemukan insting dan ide baru mengembangkan daya imajinasi kita. Dengan memandangi rerumputan yang hijau, laut yang terbentang luas, tumbuh-tumbuhan yang rindang membuat kita rileks. Maka tidak jarang beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><h1><span style="color: #ff0000;">WISATA  MADURA &#8211; Sumber Alam yang Hilang</span></h1>
<p><em>Oleh </em><a href="http://1001-madura.com/about-hyfie"><em>Junaidi</em></a></p>
<div id="attachment_31" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-31" title="pantai-camplong" src="http://1001-madura.com/wp-content/uploads/2009/02/pantai-camplong-300x225.jpg" alt="tempat wisata di madura" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">tempat wisata di madura</p></div>
<p>Berwisata adalah alternative jitu untuk menghilangkan penat dan jenuh setelah sekian lama sibuk dengan aktifitas-aktifitas. Dengan berwisata kita akan menemukan insting dan ide baru mengembangkan daya imajinasi kita. Dengan memandangi rerumputan yang hijau, laut yang terbentang luas, tumbuh-tumbuhan yang rindang membuat kita rileks. Maka tidak jarang beberapa orang rela menghabiskan jutaan rupiah untuk sekedar mendapatkan menghilangkan penat dan jenuh, serta suasana baru yang lebih rileks.</p>
<p>Banyak orang yang bisa hidup dan menghidupi keluarganya hanya dengan menawarkan paket wisata. Mulai dari wisata laut, pantai, gunung dan lain sebagainya. Sebab, paket wisata adalah market bisnis yang prospektif, melihat banyaknya orang-orang yang selalu sibuk dengan pekerjaan dan aktifitasnya, yang tentunya nanti akan membutuhkan suasana dan waktu rileks tersendiri untuk mengembalikan daya pikir dan imanjinasinya.</p>
<p>Mengingat hal itu, maka <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Pulau Madura</a> yang penuh dengan objek wisata alam dan tempat-tempat bersejarah sudah mulai dilirik oleh investor-investor asing dan lokal. Apalagi, masyarakat Madura dikenal memiliki karakter dan corak kehidupan yang berbeda dari lainnya. Sehingga lebih menarik bagi wisatawan untuk lebih jauh mengenal dan mengkaji masyarakat Madura, yang notabene mayoritas <a href="http://1001-madura.com/pesantren-al-amien">santri</a>. Apalagi sebentar lagi, jembatan Suramadu akan segera selesai.</p>
<p>Dengan ekosistem dan lingkungan yang alami, wisata Madura menjadi alternative tersendiri bagi kelangsungan masyarakatnya. Sebab, wisata Madura mempunyai market bisnis tersendiri di mata pebisnis.</p>
<p>Oleh sebab itu, sebelum semuanya pindah dan dikelola oleh pihak lain, alangkah baiknya bila wisata Madura dikelola oleh <a href="http://1001-madura.com/orang-madura">masyarakat Madura</a> sendiri. Sebab kapan lagi kita akan merubah nasib kehidupan masyarakat kita, kalau tidak sekarang ?</p>
<p>Tempat-tempat wisata di Madura antara menjadi sorotan para wisatawan adalah :</p>
<p>Di <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Bangkalan</a>, ada makam raja air mata, pantai siring kemuning, pantang rongkang, <a href="http://1001-madura.com/tempat-wisata-di-bangkalan">dan lain-lain.</a></p>
<p>Di <a href="http://1001-madura.com/adat-istiadat">Sampang</a>, ada pantai camplong, masjid agung sampang, waduk banyuates dan tugu sampan. Sedangkan di <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Pamekasan</a> ada Api tak kunjung padam, batu ampar, tugu arek lancor.</p>
<p><a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Sumenep</a>, mempunyai tempat wisata dan situs-situs bersejarah yang lebih dari ke-3 kabupaten di atas. Keraton Sumenep, Pantai lombang, Pantai slopeng, Asta Tinggi, dan lainnya. Silahkan <a href="http://1001-madura.com/tempat-bersejarah-di-sumenep">klik di sini</a> untuk tempat wisata dan situs sejarah di Sumenep.</p>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1001-madura.com/wisata-madura/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adat Istiadat Madura</title>
		<link>http://1001-madura.com/adat-istiadat-madura</link>
		<comments>http://1001-madura.com/adat-istiadat-madura#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 09:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Sate Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Madura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1001-madura.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Keunikan Masyarkat Madura
Oleh Junaidi
Letaknya yang berada di sebelah utara Pulau Jawa, Madura atau lebih dikenal dengan pulau garam, mempunyai masyarakat sendiri, dalam arti, mempunyai corak, karakter dan sifat yang berbeda dengan masyarakat jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat masyarakat Madura disegani, dihormati bahkan &#8220;ditakuti&#8221; oleh masyarakat yang lain.
Kebaikan yang diperoleh oleh masyarakat atau orang Madura akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><h1><span style="color: #ff0000;"><strong>Keunikan Masyarkat Madura</strong></span></h1>
<p><em>Oleh </em><a href="http://1001-madura.com/about-hyfie"><em>Junaidi</em></a></p>
<div id="attachment_19" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><img class="size-full wp-image-19" title="carok" src="http://1001-madura.com/wp-content/uploads/2009/02/carok.jpg" alt="celurit madura" width="275" height="200" /><p class="wp-caption-text">celurit madura</p></div>
<p>Letaknya yang berada di sebelah utara Pulau Jawa, <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Madura</a> atau lebih dikenal dengan pulau garam, mempunyai masyarakat sendiri, dalam arti, mempunyai corak, karakter dan sifat yang berbeda dengan masyarakat jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">masyarakat Madura</a> disegani, dihormati bahkan &#8220;ditakuti&#8221; oleh masyarakat yang lain.</p>
<p>Kebaikan yang diperoleh oleh masyarakat atau orang Madura akan dibalas dengan serupa atau lebih baik. Namun, jika dia disakiti atau diinjak harga dirinya, tidak menutup kemungkinan dia akan membalas dengan yang lebih kejam. Ada sebuah <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">adagium</a> masyarakat Madura, yang sampai sekarang sudah mendarah daging, &#8221; <em>lebbi baek pote tolang dari pada pote mata</em>&#8220;.</p>
<p>Banyak orang yang mengatakan bahwa masyarakat Madura itu unik, estetis dan agamis. Bahkan, ada yang mengenal masyarakat &#8220;pulau garam&#8221; ini adalah masyarakat santri, nan sopan tutur katanya dan kepribadiannya.</p>
<p>Kita mungkin mengenal <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">CAROK</a> &#8230;. ? Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).</p>
<p>PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.Munculnya <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">budaya carok</a> di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad ke-18 M.</p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-20" title="kerapan-sapi" src="http://1001-madura.com/wp-content/uploads/2009/02/kerapan-sapi-300x180.jpg" alt="wisata madura" width="300" height="180" /><p class="wp-caption-text">wisata madura</p></div>
<p>Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Senjatanya adalah celurit. Karena provokasi Belanda itulah, golongan blater yang seringkali melakukan carok pada masa itu. Celurit digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap penjajah Belanda. Sedangkan bagi Belanda, celurit disimbolkan sebagai senjata para jagoan dan penjahat. Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya. Bahwa kalau ada persoalan, perselingkuhan, perebutan tanah, dan sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. Senjata yang digunakan selalu celurit.</p>
<p>Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura demikian. Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus, tahu sopan santun, berkata lembut, tidak suka bercerai, tidak suka bertengkar, tanpa menggunakan senjata celurit, dan sebagainya adalah dari kalangan masyarakat santri. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu bertujuan melawan penjajah Belanda. Setelah sekian tahun penjajah Belanda meninggalkan pulau Madura, budaya carok dan menggunakan celurit untuk menghabisi lawannya masih tetap ada, baik itu di <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Bangkalan</a>, <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Sampang</a>, maupun <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">Pamekasan</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1001-madura.com/adat-istiadat-madura/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
