<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pulau Madura &#187; Tokoh Madura</title>
	<atom:link href="http://1001-madura.com/tag/tokoh-madura/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://1001-madura.com</link>
	<description>Keunikan, Keindahan dan Sumber Daya Alam yang Terpendam</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 14:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tokoh Madura</title>
		<link>http://1001-madura.com/tokoh-madura</link>
		<comments>http://1001-madura.com/tokoh-madura#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 16:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiyai dan Tokoh Madura]]></category>
		<category><![CDATA[KH Moh Tidjani Djauhari MA]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Islam.]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Modern Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Madura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1001-madura.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Keteladanan 
dari Sosok KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA
Oleh : Junaidi AR
Malam itu, 15 Ramadhan 1428 H atau 27 September 2007,pukul 02.00 WIB dini hari, Kiai sekaligus sosok panutan bagi semua Santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dipanggil ke haribaan Allah SWT, setelah menjalani perawatan panjang mengobati komplikasi penyakit yang Allah cobakan kepada beliau.
Sebagai sebuah sosok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><h1><strong>Belajar Keteladanan </strong></h1>
<h1><strong>dari Sosok KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA</strong></h1>
<p><em>Oleh : Junaidi AR</em></p>
<div id="attachment_59" class="wp-caption alignleft" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-59" title="kh-moh-tidjani-djauhari" src="http://1001-madura.com/wp-content/uploads/2009/03/kh-moh-tidjani-djauhari-224x300.jpg" alt="Sejarawan Madura" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Sejarawan Madura</p></div>
<p>Malam itu, 15 Ramadhan 1428 H atau 27 September 2007,pukul 02.00 WIB dini hari, Kiai sekaligus sosok panutan bagi semua Santri Pondok Pesantren <a href="http://1001-madura.com/pesantren-al-amien"><strong>Al-Amien Prenduan</strong></a>, dipanggil ke haribaan Allah SWT, setelah menjalani perawatan panjang mengobati komplikasi penyakit yang Allah cobakan kepada beliau.</p>
<p>Sebagai sebuah sosok kiyai panutan bagi santri, umat, dan <a href="http://1001-madura.com/orang-madura"><strong>masyarakat Madura</strong></a>, KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA adalah menantu kesayangan <a href="http://1001-madura.com/kiyai-madura"><strong>KH. Zarkasyi</strong></a>, <a href="http://1001-madura.com/pesantren-al-amien"><strong>Pengasuh Pondok Modern Gontor</strong></a> Ponorogo. Sekaligus sosok ulama yang konsekwen pada prinsip hidup dan perjuangannya. Banyak pujian dan sanjungan tentang sosok Kiayi yang satu ini. Mulai dari masyarakat dimana beliau tingga, sampai alumni, wartawan senior, profesinal, <a href="http://1001-madura.com/kiyai-madura"><strong>cendekiawan</strong></a>, ulama dan sastrawan.</p>
<p>Bukti bahwa <a href="http://1001-madura.com/kiyai-madura"><strong>KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA</strong></a> adalah seorang ulama yang konsekwen pada prinsip hidup dan perjuangannya, beliau enggan untuk terjun dan berjibaku dalam <a href="http://1001-madura.com/wakil-rakyat"><strong>dunia politik</strong></a>. Banyak tawaran yang menggiurkan dari partai-partai politik yang beliau tolak. Bagaimana seandainya tawaran itu jatuh pada kita ? mungkin kita tidak akan berpikir panjang untuk menyetujui tawaran tersebut.</p>
<p><em>Tapi apa yang membuat Kiyai Tidjani enggan untuk terjun ke dunia politik ? </em></p>
<p>Sebagai <a href="http://1001-madura.com/pesantren-al-amien"><strong>seorang murid</strong></a> dan pengagum beliau, tanpa harus kultus individu, beliau adalah Kiyai yang sederhana, tawadhu&#8217; dan sabar. Prinsip hidup dan perjuangannya untuk pendidikan dan umat yang membuat beliau enggan terjun ke dunia politik, yang syarat akan <a href="http://1001-madura.com/wakil-rakyat"><strong>tujuan dan kepentigan</strong></a>. Sebab tidak ada yang abadi dalam berpolitik, temanpun akan menjadi lawan, murid dan santri pun akan menjadi musuh, bahkan saudara sendiripun akan menjadi lawan berat. Beliau tidak suka berdalih bahwa berjuang harus lewat jalur politik, karena membina dan mendidik jiwa serta kepribadian santri atau umat dari dalam merupakan hal fundamental yang harus di pupuk, dididik, dibina serta diasah <a href="http://1001-madura.com/tk-modern-nulifa"><strong>sejak dini</strong></a>. Ini yang membedakan KH. Moh. Tidjani Djauhari, MA di mata santri,umat dan bangsa ini.</p>
<p>Semoga kita semua bisa belajar dan mengambil teladan yang baik dari sosok beliau, sebagai seorang yang abid, arif, mukhlish, penyabar, qona&#8217;ah, sederhana dan tawadlu&#8217;. Serta belajar dari pengalaman beliau selama menjadi <a href="http://1001-madura.com/kiyai-madura"><strong>seorang ulama&#8217;</strong></a>, kiyai, diplomat, penulis, <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura"><strong>sejarawan</strong></a> dan ahli tafsir. <em>Semoga</em>.</p>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1001-madura.com/tokoh-madura/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiyai Madura</title>
		<link>http://1001-madura.com/kiyai-madura</link>
		<comments>http://1001-madura.com/kiyai-madura#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 22:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiyai dan Tokoh Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Bindhara]]></category>
		<category><![CDATA[Kiyai Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Mistik]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Madura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1001-madura.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Sosok Kiyai Di Mata Masyarakat Madura
Oleh Junaidi
Sosok seorang Kiyai bagi masyarakat Madura ialah seorang yang karismatik, penuh wibawa dan alim. Alim dalam artian beliau mengerti tentang agama, isi kitab dan yang penting beliau paham tentang hukum-hukum syar&#8217;i. Bukan hanya itu, Kiyai adalah panutan dan tempat mengadu setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Madura.
Hampir atau malah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="KonaBody"><h1><span style="color: #ff0000;"><strong>Sosok Kiyai Di Mata Masyarakat Madura</strong></span></h1>
<p><em>Oleh </em><a href="http://1001-madura.com/about-hyfie"><em>Junaidi</em></a><em></em></p>
<div id="attachment_42" class="wp-caption alignleft" style="width: 345px"><img class="size-full wp-image-42" title="kiyai-madura" src="http://1001-madura.com/wp-content/uploads/2009/02/kiyai-madura.jpg" alt="Tokoh Madura" width="335" height="397" /><p class="wp-caption-text">Tokoh Madura</p></div>
<p>Sosok seorang Kiyai bagi <a href="http://1001-madura.com/orang-madura">masyarakat Madura</a> ialah seorang yang karismatik, penuh wibawa dan alim. Alim dalam artian beliau mengerti tentang agama, isi kitab dan yang penting beliau paham tentang <a href="http://1001-madura.com/pesantren-al-amien">hukum-hukum syar&#8217;i</a>. Bukan hanya itu, Kiyai adalah panutan dan tempat mengadu setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Madura.</p>
<p>Hampir atau malah tidak mungkin, jika ada masyarakat <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura"><strong>Madura</strong></a> yang mempunyai persoalan hidup tanpa pergi kepada Kiyai. Sebab dengan pergi dan &#8220;suwan&#8221; saja kepada kiai, (menurut mayoritas masyarakat Madura) telah menghilangkan separuh persoalan hidup yang dihadapi. Dan tidak jarang, permasalahan dan konflik internal antar masyrakat terpecahkan oleh campur tangan kiyai.</p>
<p>Jika seorang Kiyai berkata A, maka yang lainnya harus A, dan jika menurut beliau adalah B, maka jangan sekali-kali berkata A. Sebab hal itu telah melanggar <a href="http://1001-madura.com/adat-istiadat">adat dan etika</a> masyakarat Madura.</p>
<p>Tanpa harus kultus individu, sosok seorang kiyai memang signifikan dalam masyarakat Madura. Tanpa kehadiran seorang sosok Kiyai dalam sebuah acara, baik <a title="pengantin" href="http://weddinginvitations-online.com"><strong>pengantin</strong></a>, selamatan, atau lainnya, maka acara tersebut tampak kurang lengkap atau banhkan tidak barokah. Sebab, Wejangan dan <a href="http://1001-madura.com/pesantren-al-amien">do&#8217;a seorang kiyai</a>, selalu ditunggu-tunggu oleh <a href="http://1001-madura.com/sejarah-madura">masyakarat</a>.</p>
<p>Yang paling penting, kehadiran seorang Kiyai telah membuat masyakar Madura lebih agamis, religi dan penuh dengan kesopanan. Beliaulah yang selalu memikirkan permasalahan ummat dan masyarakatnya agar tidak terinveksi efek negative dari masuknya <a href="http://1001-madura.com/tempat-wisata-di-bangkalan">budaya barat</a>.  Apalagi ditambah dengan maraknya dunia <a href="http://1001-madura.com/wisata-madura">informatika</a>.</p>
<p>Semoga sosok seorang kiyai  akan tetap konsisten dalam memberi ketenangan buat ummat, menjadi sosok yang karismatik dan berwibawa. Serta tidak terpengaruh oleh glamor dan maraknya dunia politik. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>.</p>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1001-madura.com/kiyai-madura/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
